Tampilkan postingan dengan label VEGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VEGAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

BUKTI DAN FAKTA BAHWA MANUSIA MEMAKAN DAGING ITU MELANGGAR HUKUM ALAM







Mulut Manusia
Mulut manusia dan hewan herbivora secara alam ukurannya relatif kecil dibandingkan dengan hewan karnivora

Gigi Manusia
Gigi manusia secara alam adalah gigi seri dan bukan gigi taring yang dapat merobek dan mengunyah kulit dan daging hewan.

Gerakan Rahang Manusia
Gerakan rahang manusia secara alam bisa ke atas dan ke bawah serta ke samping kiri dan kanan sedangkan gerakan rahang hewan karnivora secara alam hanya bisa ke atas dan ke bawah saja.


Metabolisme Manusia
Metabolisme manusia secara alam tidak dapat mencerna kolesterol dan asam lemak jenuh yang dikandung semua jenis daging hewan secara sempurna. Akibatnya darah dalam tubuh pemakan daging akan menjadi semakin mengental, kemudian mempersempit dan menyumbat dinding-dinding pembuluh darah yang nantinya bisa menimbulkan penyakit stroke, tekanan darah tinggi dan serangan jantung cepat atau lambat. Selain itu daging hewan banyak mengandung protein urikase dan urea yang menambah 10 kali lipat beban kerja ginjal dan akan merusak ginjal. semua itulah cikal bakal penyakit Gout (asam urat tinggi), osteoporosis akibat banyak kalsium dalam tulang terkuras untuk mencerna asam lemak daging hewan, asma, pembesaran prostat, kencing manis (Diabetes Mellitus), kencing batu, maag, sembelit, jerawat, kegemukan, rematik, ambeien, batu empedu dan masih banyak lagi penyakit yang sebenarnya disebabkan cepat atau lambat dari konsumsi daging hewan tapi banyak orang indonesia yang belum mengetahui dan menyadarinya. Saya sungguh berharap suatu hari semua orang bisa menjadi vegetarian.


Usus Manusia
Usus besar dan kecil manusia secara alam panjangnya 8-9 meter, berlipat-lipat dan dindingnya bergelombang. Sedangkan binatang pemakan daging secara alam memiliki usus besar dan kecil jauh lebih pendek (hanya dua kali lipat panjang tubuhnya) dan usus besarnya lurus serta dindingnya halus. Sehingga pencernaan daging hewan yang sama sekali tidak berserat dalam usus manusia membutuhkan waktu sekitar lima hari, sedangkan makanan vegetarian yang sangat kaya dengan serat hanya membutuhkan waktu dua hari saja. Di sinilah, mulai hari ketiga, daging hewan dalam usus manusia membusuk dan mengeluarkan racun atau zat karsinogen (penyebab kanker) secara perlahan-lahan. Banyak hasil eksperimen menunjukkan bahwa membakar dan memanggang ikan, sate, steak dan daging hewan lainnya akan menimbulkan zat kimia yang sangat beracun bernama metylcholantrene, penyebab kanker ganas. Ini terbukti dari percobaan terhadap tikus yang diberi zat kimia ini, dalam waktu tiga bulan, tikus-tikus tersebut menderita kanker tulang, kanker darah, kanker usus dan kanker lainnya. Untungnya lazimnya makanan manusia pada umumnya bervariasi dengan campuran bahan dari nabati, kalau tidak bisa kita bayangkan apa jadinya manusia jika hanya mengonsumsi daging saja di piringnya....???? itulah sebabnya saya memutuskan menjadi vegetarian murni sejak 11 tahun silam bahkan menjadi vegan murni sejak 1 tahun silam.


Daging Hewan Sakit Termakan Manusia
Banyak hewan yang sedang sakit jiwa, sakit kanker dan sakit lain yang berbahaya itu justru sengaja cepat-cepat dibunuh dan dijual dagingnya. Selanjutnya berbagai antibiotik dan obat-obatan lain, serta hormonpun sengaja disuntik ke dalam tubuh hewan ternak secara terus menerus agar hewan itu cepat gemuk dan empuk dagingnya. Coba anda bayangkan, apa jadinya kalau kita mengonsumsi daging yang demikian? Celakanya hampir sebagian besar daging yang kita konsumsi adalah daging yang bercirikan seperti di atas...bila tubuh manusia yang mengonsumsi daging hewan sering terasa lemas (kurang fit) atau sakit-sakitan dan kebal terhadap antibiotik dan obat-obatan berdosis rendah, anda pasti sudah tahu penyebabnya bukan???

Menurut WHO, 50 % dari total kematian di dunia ini disebabkan oleh penyakit jantung dan merupakan pembunuh nomor satu di dunia. 25 % dari total kematian di dunia ini disebabkan oleh penyakit kanker dan merupakan pembunuh nomor dua di dunia setelah penyakit jantung.

TERNYATA VEGETARIAN BISA MENGURANGI KELAPARAN, KEKURANGAN GIZI, PEPERANGAN DAN BENCANA ALAM DI DUNIA.





Tahukah anda pada tahun 1999, WHO menyatakan setiap tahun ada sekitar 1,2 miliar orang yang menderita kelaparan atau kekurangan gizi di planet ini. Yang lebih menyedihkan lagi adalah fakta lebih dari 40 juta orang meninggal dunia setiap tahun karena kelaparan dan kebanyakan dari mereka adalah kaum anak-anak. Mengapa hal ini bisa terjadi???

Sebab sebidang tanah pertanian akan menghasilkan pangan empat kali lipat lebih banyak daripada digunakan sebagai lahan peternakan untuk dikonsumsi dagingnya. Setiap hektar lahan pertanian rata-rata akan menghasilkan 1,6 juta kalori energi. Tetapi jika tanah ini digunakan untuk memelihara hewan ternak untuk dikonsumsi daging, susu dan telurnya, hanya menghasilkan 0,4 juta kalori energi. Anda bisa menghitung sendiri berapa banyak kerugian sumber daya makanan yang hilang hanya karena kita mau memuaskan nafsu mulut kita dengan mengonsumsi daging hewan ternak?? berarti secara tidak langsung kita juga ikut membuat 40 juta orang meninggal dunia setiap tahun di dunia. Apakah anda sadar akan hal itu?? Saya sungguh merasa sedih sekali melihat jika kita sudah tahu akan hal ini, tapi tetap saja menghidangkan daging di piring makanan kita.
Jika Orang-orang di Amerika dan Eropa, menjadi vegetarian hanya sekali dalam seminggu saja, berarti setiap tahun kita akan menyelamatkan lebih dari 1/3 kelaparan dunia atau lebih dari 300 juta orang yang kelaparan. Apa sebabnya?
Sebab lebih dari 2/3 panen jagung dan 1/3 panen gandum dunia yang seharusnya dipakai untuk manusia tapi dipakai untuk makanan ternak yang sengaja dikembangbiakkan secara massal untuk dibunuh dan dikonsumsi dagingnya. Bahkan di Amerika saja, 70 % dari semua hasil gandum dipakai untuk makanan ternak sapi dan 80% dari semua hasil kedelainya dihabiskan untuk ternak babi. Coba anda bayangkan, bila hasil gandum dan kedelai itu dijual dan dipergunakan untuk konsumsi manusia, selain harga menjadi murah tentu tidak seorangpun akan kelaparan di dunia ini. Sampai di sini saya yakin anda sudah bisa mengerti mengapa vegetarian bisa mengurangi kelaparan dan kekurangan gizi manusia di dunia?? Ayo sekarang belajarlah menjadi vegetarian yang sehat dan tidak merugikan saudara-saudara kita yang lain!!
Memelihara hewan untuk di ternak dan dikonsumsi dagingnya, tentu akan menyebabkan kesulitan ekonomi dalam segala segi dan kelaparan dunia, paling tidak di negara dunia ketiga. Anda tentu sering melihat semakin sering ada perdamaian, semakin sering pula terjadi peperangan. Mengapa itu bisa terjadi? karena gara-gara kita haus kenikmatan nafsu mulut akan daging hewan yang menyebabkan dunia kekurangan pangan, kelaparan dunia sehingga terjadi kesulitan ekonomi yang menjadi cikal bakal terjadi perang di mana-mana. Jadi Selama kita masih berniat memelihara hewan ternak dan makan dagingnya, maka peperangan dan kelaparan dunia tidak akan pernah bisa berhenti.

Apa hubungan vegetarian dengan bencana alam?

Peternakan membutuhkan lahan yang sangat luas, sehingga banyak hutan yang ditebang, selanjutnya padang rumputpun menjadi gundul. Tahukah anda, bahwa sepotong daging hewan sebesar bakpao atau burger itu telah menghabiskan hutan seluas lapangan bola???
Menurut PBB (WHO), selama 5000 tahun, luas hutan hanya berkurang 35 % yaitu dari 62 juta km2 menjadi kurang lebih 40 juta km2 pada tahun 1950. Tetapi hanya selama 50 tahun, yaitu dari tahun 1950-2000, karena adanya peternakan hewan secara massal di Amerika latin dan Afrika, ditambah lagi dengan adanya illegal logging di Asia Tenggara, menyebabkan luas hutan di muka bumi ini berkurang 65 %, yaitu dari 40 juta km2 pada 1950 menjadi 14 juta km2 pada tahun 2000.. Anda bisa lihat dan bayangkan kerusakan apa yang telah kita lakukan terhadap alam hutan, hanya karena kita serakah untuk mengonsumsi daging hewan ternak!! Celakanya sebagian besar daging yang kita konsumsi setiap hari adalah daging hasil dari peternakan dengan cara seperti di atas apalagi di kota-kota besar. Sampai sekarang bagaimana pendapat anda? silakan memberi komentar di blog saya ini. Hal yang paling penting dari blog ini adalah supaya anda bisa minimal mengerti dan menyadari fakta-fakta ini.
Akibat gundulnya hutan tropis di Asia Tenggara, Amerika Latin dan Afrika, maka iklim dunia berubah dan menjadi kacau (tidak konsisten) atau sering disebut orang sebagai kekacauan iklim. Bila penggundulan hutan ini masih terus berlanjut terus, maka serangan badai salju di musim dingin dan serangan hawa panas (heat wave) di musim panas akan semakin dahsyat, begitu pula dengan serangan angin topan dan tornado, sedangkan di negara-negara tropis akan makin sering mengalami musim hujan berkepanjangan (la nina) dan musim kemarau berkepanjangan (El Nino). Anda tentu tahu apa akibatnya apabila kita tetap membiarkan hal ini terjadi dan pura-pura tidak peduli. Apa anda pernah mendengar tentang Global Warming? itulah mengapa kita aktivis vegetarian di indonesia mulai mengabarkan vegetarian bisa mengurangi Global Warming. Khusus Global Warming akan saya bahas di bagian khusus dari blog ini. Ditunggu ya!!! Mulai Sekarang, mari kita bangkitkan hati nurani dan kepedulian kita terhadap bumi kita tercinta. Kalau bukan kita sendiri yang memelihara bumi, harus mengharapkan siapa lagi??
Selain itu, Kekacauan iklim ini juga dapat menyebabkan gagal panen di dunia sebesar kurang lebih 600 juta ton beras dan 600 juta ton gandum, sehingga penduduk dunia yang meninggal dunia akan bertambah dari 40 juta pertahun menjadi hingga ratusan juta pertahun. Anda bisa lihat betapa mengerikan sekali dampak dari makan daging, peternakan hewan, gundulnya hutan dan kekacauan iklim.
Selanjutnya akibat gundulnya hutan tropis, maka panas bumi naik pesat, sehingga lapisan es di dua kutub bumi mencair, permukaan air laut naik dan menyebabkan banjir di mana-mana. Selain itu bisa menyebabkan gempa bumi, menyebabkan tsunami dan gunung meletus di mana-mana. Wahai manusia Pencinta Hidup dan Pencinta Lingkungan Hidup, demi menyelamatkan kehidupan dunia, ajaklah semua orang untuk menjadi vegetarian selamanya bersama anda!!

APAKAH HEWAN TERNAK ITU PANTAS DAN RELA UNTUK KITA BUNUH DAN MAKAN DAGINGNYA?







Sebuah pertanyaan yang membuat saya tertawa dalam hati yaitu apakah hewan ternak itu pantas dan rela untuk kita bunuh dan makan dagingnya? sebenarnya pertanyaan semacam itu tentu anda semua sudah pasti bisa menjawabnya bukan?

JAWABANNYA ADALAH HEWAN ITU TIDAK ADA SATU PUN YANG PANTAS DAN YANG RELA KITA BUNUH DAN MAKAN DAGINGNYA!!!! APA SEBABNYA??

Semua jenis hewan di dunia ini baik yang ada di darat, udara maupun di air juga mempunyai nyawa, roh, jiwa, rasa sakit, perih, panik, stress dan rasa kasih sayang sama seperti kita manusia. Sebagai bukti nyata, coba anda menghidupkan lagi hewan yang sudah tergeletak mati di pinggir jalan, walaupun tubuh hewan itu tidak rusak atau luka, tapi apakah kita bisa menghidupkannya lagi? ilmuwan atau profesor darimanapun tidak akan pernah bisa melakukan hal yang demikian sampai hari kiamatpun. Itu membuktikan dengan jelas, hewan itu sama dengan kita manusia yang sama-sama mempunyai nyawa yang hanya Tuhan yang bisa memberikannya. Contoh yang lain adalah harimau yang buaspun tidak akan memangsa anaknya sendiri, induk ayam pasti akan sangat marah apabila kita mendekati apalagi menyakiti anak-anak ayamnya. Masih banyak sekali contoh-contoh nyata bahwa hewan itu memiliki nyawa, stress, panik, rasa sakit dan rasa kasih sayang. Perbedaan hewan dengan kita manusia hanyalah bentuk fisik, karsa dan budi pekerti luhur saja. Jadi kalau mau tahu rasa sakit hewan ternak ketika disembelih, maka anda boleh mencoba menggores lengan anda sendiri dengan pisau silet. Sakit bukan? Nah, hewan ternak yang dibunuh oleh manusia, seribu kali lebih sakit dan lebih menderita dibandingkan dengan rasa sakit kita sewaktu digores dengan pisau silet. Coba anda bayangkan, seandainya kita atau saudara kita berganti posisi menjadi hewan ternak, apa yang akan anda lakukan dan apa yang akan anda rasakan?? Begitulah bayangan perasaan hewan ternak ketika mereka mau disembelih..Sekarang anda sudah bisa sedikit membayangkannya bukan?? kita lanjutkan ke alasan selanjutnya ya!!!
Menjelang hewan ternak mau disembelih, maka timbul perasaan takut, panik, marah, benci dan dendam dalam tubuh hewan itu. Maka dari itu daging hewan yang disembelih seringkali cepat kaku, keras dan kadang-kadang tidak enak untuk disantap oleh lidah.
Daging hewan tentu saja mengandung sifat-sifat baik dan buruk dari hewan itu sendiri. Saat kita memakan daging mereka, secara tidak langsung sebenarnya, kita juga memakan dan menanamkan sifat-sifat buruk hewan itu ke dalam tubuh kita sendiri. Manusia sebenarnya kadang-kadang sudah tidak sanggup untuk mengendalikan sifat buruknya sendiri seperti ego, emosi, nafsu dan lain sebagainya. Ditambah lagi dengan memakan daging hewan terus-menerus. Maka jangan heran di zaman sekarang banyak manusia yang berperilaku seperti hewan bahkan kadang-kadang lebih buruk daripada hewan itu sendiri. Mengerikan bukan??
Daging Hewan ternak itu seringkali diperoleh dengan cara yang tidak alami, seperti disuntik dengan obat-obatan perangsang tumbuh biar cepat besar dan siap untuk dipotong dan disuntik dengan antibiotik-antibiotik. Dengan begitu tidak merugikan dan cepat menguntungkan para peternak. Anda bisa bayangkan kalau kita mengonsumsi jenis makanan yang demikian tidak sehat masuk ke dalam tubuh dan darah kita!! Maka anda jangan heran kalau zaman sekarang banyak orang pemakan daging yang mudah sakit-sakitan dan tidak mempan apabila diobati dengan dosis obat atau antibiotik yang rendah. Celakanya lagi, hampir sebagian besar daging yang kita konsumsi setiap hari itu berasal dari hewan ternak yang diternakkan dengan cara yang seperti di atas terutama sekali di kota-kota besar.
Anda pernah melihat seekor sapi atau seekor ayam ketika disembelih, saya sempat membayangkan apabila suatu hari kita bisa mengerti bahasa hewan seperti di film dr. Dolittle maka saya rasa akan ada banyak manusia yang tidak tega membunuh hewan yang tak berdosa itu. Apakah anda tahu, tidak ada satu ekor hewan pun di dunia ini yang rela dirinya dibunuh apalagi dimakan dagingnya. Kita boleh memberi perbandingan, seandainya ada seekor hewan yang rela atau ikhlas kita bunuh, maka anda sudah tidak perlu merasa berdosa dan tidak perlu merasa bersalah lagi untuk memakan dagingnya. Tetapi hal itu akan menjadi hal yang paling jarang terjadi di dunia sampai kapanpun bahkan saya berani bilang itu adalah hal yang mustahil. Jadi apakah kita masih tega membunuh dan memakan daging hewan?
Ada orang yang bilang, membunuh itu berdosa tetapi memakannya tidak berdosa. Sebenarnya, kita bisa menyatakan bahwa tanpa membunuh mustahil kita bisa mendapatkan dagingnya atau untuk mendapatkan daging hewan kita tentu harus membunuh hewan itu dulu. Jadi secara otomatis, kalau kita tidak memakan daging, maka tingkat pembunuhan hewan ternak pasti sedikit banyak akan berkurang.
Apakah anda punya hewan kesayangan? apakah di saat hewan kesayangan anda mati atau sakit, kita merasa bersedih? bagaimana perasaaan anda jika suatu hari hewan kesayangan anda, dijadikan hewan sembelih dan dagingnya disajikan di piring makan?
Sebenarnya banyak sekali alasan mengapa hewan ternak itu tidak pantas dan tidak rela kita bunuh. Tapi saya rasa alasan-alasan di atas sudah cukup mewakili seribu alasan yang lainnya. Selanjutnya saya akan membahas tentang Vegan adalah pola makan terbaik dan paling sehat di dunia ini. Thx